kibar, Pola Pikir

Renungan Panjang Setelah Ngobrol Dengan +101 Calon Anak KIBAR

Sejak 5 tahun lalu, KIBAR gak punya divisi Human Resource. Baru kemarenan aja akhir Januari akhirnya punya, soalnya di bawah KIBAR udah ada belasan perusahaan. Agak peer kalau gak punya.

Gimana caranya ngerekrut anak baru kalau gitu?

Continue reading

Advertisements
Standard
Hidup, Pola Pikir

Tentang Dendam

Saya muak jadi orang positif.

Awalnya, bermula dari banyaknya komentar orang, “Dhila tuh orangnya positif banget, ya!” Untuk komentar ini, saya gak bisa bilang engga karena di hasil Strengthsfinder saya salah satu top 5 strengthnya adalah “Positivity”. Teruji dan dapat divalidasi gitu berarti. Secara de jure dan de facto.

Saya jarang merasa terganggu karena melihat semua berjalan dengan baik-baik saja, kalau pun sesuatu yang buruk terjadi, ya, pasti ada hikmahnya. Untuk semua hal yang terjadi, saya berpikir, sebisa mungkin, tidak ada yang disesali karena berasal dari pilihan sendiri dan konsekuensinya sudah dipikirkan dari jauh-jauh hari.

Lama-lama, saya merasa ada yang salah dengan pola pikir positif ini. Rasa-rasanya jadi terlalu permisif.

Continue reading

Standard
Pola Pikir

Satu Cara untuk Jadi Temennya Semua Orang

Di jaman kekinian ini, berteman itu mudah, sesimpel meng-klik tombol add to my friends, dan voila! You are now everybody’s friend! Tinggal jaga baik pertemanan hangat ini dengan memberi Like secara berkala saja, kalau bisa, yaa jadi orang yang nge-like habis ada 10 orang dulu yang nge-like aja, biar ga dikira stalker. Lalu, biasakan ngepost sesuatu yang bisa bikin orang lain relate dengan kamu. Entah itu keceriaan yang membuncah-buncah atau kesedihan yang mengiris urat nadi, pokoknya yang biasanya orang lain alami deh.

Hm, hm, coba pikirkan lagi, seharusnya berteman nggak seribet itu kok. Iya, yang di atas tadi tuh ribet.

Sekarang, coba kita bedah anatomi pertemanan. Jir, bedah, coy, bahasanya! Tenang, kajian kita ini ga akan bikin tambah ribet kok. Bayangkan ini tuh kayak mau membedah sebuah…balon helium. Iya, ini bakalan bikin kita kaget karena saat balonnya meletus, kita baru sadar bahwa untuk berteman itu sesimpel letusin balon! Gak diapa-apain aja balon tuh bisa meletus kok.

Oke, kita mulai.

Continue reading

Standard