Berkelana, Curahan Hati, Merekam Makna

Pagi dan Konsekuensi

Terbangun. Kurasa-rasa, dingin dari jempol kaki hingga ke ubun-ubun. Kuingat-ingat, laki-laki, perempuan, perempuan, perempuan, perempuan, dan lalu aku, di ujung ruangan. Oh, kusedang menginap bersama teman.

Continue reading

Standard
Curahan Hati

Belanja Bulanan

Assalamualaikum!

Selamat malam kawan-kawan semua. Baik yang sedang senggang, yang sedang bosan, yang sedang menunggu, yang sedang dihadapkan pada pilihan hidup, atau mungkin ada juga yang sedang dikejar deadline skrip untuk Oddisey 2013. Oh, ya, yang terakhir itu Dhila.

Hari ini, pagi ini, saya bangun pagi loh. Biasanya habis shalat subuh kan tidur lagi, sampai setengah 8, tapi tadi jam 6 kurang, saya sudah mandi. Sudah lama rasanya tidak mandi sebelum jam 6. Terakhir itu… pas mau kuliah PTI. Hhhh… lagi-lagi PTI. Kalau kamu-kamu pernah baca tweet saya, bakalan tahu deh sekesel apa sama mata kuliah yang satu itu. Disumpahserapahi. Sampai-sampai ada karma. UAS PTI jatuh tepat di hari ulang tahun saya. Ya, ya, ya.

Ada apa nih, kok bangun pagi? Saya mau ikut mama anter Faiz ke sekolahnya yang berada nun jauh di belahan Bandung, yang buat ke sana tuh harus melewati kawasan padat penduduk dan motor berseliweran dengan cara nyetir yang “out of the box”, lain dari kebiasaan dan gak bisa ditebak motor-motor itu mau lewat mana. Ada kali, motor yang ngelewatin perut orang. Sekolah Faiz terletak di Arcamanik. Namanya Mutiara Bunda. Saya jadi bertanya-tanya, kenapa saya gak disekolahin di sana juga dulu. Saya disekolahin di sekolah negeri yang dinamai dengan angka. Jadi, cuma Faiz yang dianggap mutiara, ya. Ngerti Dhila sekarang, Ma, Pa.

Nggak deng.

Selama perjalanan menuju sekolahan Faiz, saya tak sadarkan diri. Entah kenapa bisa gak sadarkan diri. Apa karena kejeduk jendela mobil soalnya jalanan yang dilalui itu bikin badan terlonjak-lonjak saking banyak lubangnya? Apa karena ada malaikat yang mencabut nyawa Dhila untuk sementara? Apa karena ngantuk? Selidik punya selidik sih, kayaknya gak sadarkan diri akibat ngantuk. Fix itu.

Eh, Dhila kan mau bahas tentang belanja bulanan, ya? Suka kebiasaan ngelantur ke mana-mana sih. Kesel deh. Masa tadi mau nulis kalo tadi beli jaket baru buat liburan ke Jogja? Mana mau nulis kalau jaketnya itu bahannya  bersifat water repellant, warnanya oranye, dan super keren pula! Tuh kan, ketulis.

10Foto jaketnya ke-post juga.

Seharian tadi dihabiskan bersama Mama. Faiz terkurung di sekolah dalam rangka menuntut ilmu yang bagi dia itu hal wajib. Diwajibkan oleh negara, tepatnya. Wajib belajar 9 tahun. Faiz baru tahun ke-8.

Berhubung besok saya bakalan liburan ke Jogja sampai dengan hari Minggu, tentu ada beberapa kebutuhan yang perlu saya beli. Maka dari itu sekalian saja saya selenggarakan kegiatan Belanja Bulanan! Hore. Hore.

Bagi saya, belanja bulanan adalah momen-momen yang berharga. Momen saat kamu bisa ambil semuanya, tinggal tunjuk, tapi biasanya nunjuk itu ngelunjak namanya, harus ambil sendiri, masa Mama yang ngambil. Tapi, mungkin hal ini nggak berlaku buat anak kosan, ya. Hidup anak kosan itu berat. Lebih berat dari hidung yang paling berat di dunia.

Seringnya, momen berharga saya ini dipersulit oleh oknum tertentu. Oknum yang saya maksud di sini adalah adik saya sendiri, Faiz Muhammad. Kalau ada Faiz, saya jadi Tak Sebebas Merpati (yak, silakan sambil diputer lagu Kahitna-nya biar bisa menjiwai postingan ini). Baru aja ngambil satu barang di rak, pas ngebalik, trolinya udah gak ada. Faiz udah bawa kabur trolinya. Begitu juga dengan Mama. Hilang begitu saja. Bisa bayangkan betapa pedihnya perasaan saya? Bisa kah? Saya pun tak bisa, tak sanggup.

Saya harus cari-cari ke arah mana Faiz, Mama, dan trolinya berada. Namun, akhirnya saya sudah mulai bisa membaca alur perjalanan Faiz dalam mengambil cemilan dan belanjaan. Pertama, ke arah rak-rak biskuit dan coklat. Lalu, ke arah rak-rak snack ringan yang semacam keripik renyah kres-kres. Setelah itu, ke arah daerah minyak goreng, beras, pasta-pastaan. Terakhir, ke daerah minuman. Yap, strategimu sudah berhasil kubaca, Iz. Saya tak akan kehilangan arah lagi.

Tapi, tetep saja. Kecepatan Faiz dalam mengambil snack itu tak seperti yang kamu bisa bayangkan. Gerakan Faiz itu, ibarat gerakan refleks. Gak perlu lewat otak dulu, gak perlu mikir. Langsung aja ambil. Sedangkan saya? Ibarat orang mau prosesi pernikahan adat Jawa deh.

Maka dari itu, belanja bulanan hari ini terasa sangat menyenangkan. Troli saya yang dorong, cemilan saya yang pilih dan ambil sesukanya. Urutan ngambil barangnya juga terserah. Saya tadi ke daerah perlengkapan mandi dulu, beli shampoo. Asyik, deh! Mau bengong lama di depan rak biskuit juga gak masalah. Mama dan troli menunggu di belakang saya dengan setia. Dengan keleluasaan ini, saya bisa ambil satu jenis cemilan dengan jumlah banyak. Kalau ada Faiz sih, ya kali. Bawa sepuluh Pocky, muterin semua lorong, nyariin troli. Apa kata dunia! Orang-orang bisa mikir sebab pipi saya bisa segede…ehm, chubby aja deng, se-chubby itu gara-gara Pocky yang ada di tangan saya. Bisa-bisa Pocky jadi kambing hitamnya dan saya gak rela! Gak akan saya biarkan itu terjadi pada salah satu camilan favorit saya.

***

Eh, eh, ngomong-ngomong, mau tau gak, cemilan yang biasanya saya beli itu apa hayo? Yah, dengan baik hati, saya beberkan semuanya. Ini dia, cemilan favorit Dhila akhir-akhir ini, secara acak, bukan urutan.

1. Tao Kae Noi

9Snack rumput laut yang lezat dengan berbagai nutrisi baik yang berasal dari laut. Rasanya enak sekali! Seperti makan rumput laut. Saya makin terpikat sama snack ini setelah nonton film The Billionaire. Asinnya rumput laut ini, seasin keringat Itthipat Kulapongvanich, sang pemilik Tao Kae Noi, kayanya. Nikmatnya rumput laut ini berasal dari nikmatnya hasil perjuangan yang berbuah…asin. Jarang kayaknya ada rumput laut yang manis.

2. KitKat

3Ada break? Ada KitKat. Enak KitKat. Saya suka. Saya sebenarnya suka juga KitKat rasa Green Tea. Tapi gak sanggup beli. Nunggu ada yang ngasih oleh-oleh aja.

3. Walens Choco Soes

6

Saya pertama kali nyobain cemilan ini pas di Manado, pas lagi Kejurnas Junior Softball 2012 kemarin. Danti lagi makan ini di kamarnya. Kebetulan, saya ditawarin. Kalau nggak ditawarin sih, saya nggak akan makan kali ya. Saya kan nggak enakan gitu kalau urusan mau minta makanan punya orang. Minta makanan punya jin aja saya gak berani.

4. Kusuka

2Walaupun sering nyelip di antara gigi dan nusuk gusi, tetep aja bikin nagih! Kres-kresnya itu loh. Kunyah-able sekali. Aki aja mungkin bisa makan. Gak akan sakit kali ya, kan ngunyahnya pake gigi palsu, gusinya juga palsu, tapi Kusukanya asli, sih. Pokoknya, kusuka Kusuka, deh.

5. Super Ring

8

Saya masih TK dan tinggal di Batam saat pertama kali mencoba Super Ring ini. Sungguh snack yang menyipan banyak kenangan. Sebenarnya sempat ada jeda saya tidak bisa menemukan Super Ring di mana-mana. Baru makan lagi saat udah SD kelas 3 atau 4 gitu, ya? Lupa sih. Tetapi saya ingat bagaimana reaksi saya saat menemukan lagi Super Ring ini di pasaran. Langsung saya dekap dengan erat, seakan tak akan dilepaskan lagi dari pelukan. Lalu, saya robek bungkusnya dan segera saya kunyah isinya, rasanya masih sama. Untuk sesaat, cita rasa yang saya rasakan dalam mulut saya memanggil lagi ingatan-ingatan masa lalu. Tak terasa, air mata pun menetes. Tak terasa, saya terlalu mendramatisasi paragraf ini.

6. Pocky

7

Saya lupa, kenapa saya bisa makan Pocky. Yang saya ingat, saya sering sekali membawa Pocky ke sekolah saat saya duduk di kelas 9 SMP. Setiap istirahat, saya berbagi Pocky dengan teman-teman, walaupun sedikit gak rela. Tapi di sanalah pelajarannya. Pocky mengajarkan saya untuk menjadi anak yang tidak pelit untuk membagi camilannya.

7. Lemonia

4

Lemonia. Gigitan pertama mencoba Lemonia ini saat saya sedang bertanding softball. Waktu itu, sedang giliran offense. Agar kami-kami yang bermain ini tidak tegang, Kak Khansa, bagi-bagi Lemonia. Awalnya saya menolak. Saya keburu underestimate dengan makanan yang ada embel-embel lemonnya. Pasti asem. Ternyata, Lemonia rasanya manis. Nggak asem. Kalau pun asem, pasti kecampur keringat pas waktu itu sedang bertanding.

8. Loacker

1

Ini adalah salah satu snack yang nggak mampu saya beli kalau saya belanja seorang diri. Baru beli kalau ada Mama. Terima kasih, Ma.

9. Want Want Senbei

5Sebenernya, snack ini adalah snack yang paling menjerat lidah saya akhir-akhir ini. Makan tak lengkap tanpa ini. Persetan dengan kerupuk udang kalau sudah ada ini. Rasanya mantap, sudah menjadi jaminan pasti. Kalian harus coba ini sekali-sekali. Tapi saya yakin, kalian nggak mungkin cuma nyoba satu kali.

***

Menulisnya saja membuat saya merasa lapar, sangat kelaparan! Akhirnya saya minum Tolak Angin, sih. Soalnya lapernya jadi bikin saya, pengen makan. Kok malah minum Tolak Angin, Dhil? Soalnya orang pintar minum Tolak Angin. Tapi tetep aja sih, orang pinter yang lapar, ya, pasti makan. Ini berarti saya baru sampai tahap “Orang Pinter, ya, Minum Tolak Angin”.

Tadi siang, kami berbelanja di Yogya Riau Junction. Udah kebiasaan bagi kami untuk berbelanja di sana. Nah, setiap kali bayar kasirnya udah kebiasaan untuk nanya, “punya member Yogya-nya, Bu?” dan udah jadi kebiasan juga untuk Mama menjawab, “nggak, Mbak”. Karena muak dengan kebiasaan mereka, saya minta mama untuk membuat kartu member Yogya. Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Mama sekarang udah jadi member Yogya. Saya mengubah pola transaksi Mama. Sekarang, tiap bayar jadi dapet diskon 10% deh. Kalau nggak salah, ya, belum nanya Mama sih, tapi kalau nggak salah kan berarti bener.

11

Sekian dulu, postingan saya kali ini. Saya harus kembali pada kenyataan. Saya harus bikin skrip. Saya harus bikin skrip. Saya harus bikin skrip. Ya, saya harus bikin skrip!

12

 

Wassalamualaikum, dari saya dan troli.

Standard
Curahan Hati

Harapan

Assalamualaikum.

Sekarang sudah memasuki bulan April. Berarti sebentar lagi bulan Mei. Kalau bulan depan adalah bulan Mei, berarti bulan kemarin adalah bulan Maret. Jika saya terus meruntut tulisan seperti ini, sebentar lagi saya akan jadi bulan-bulanan massa.

Melirik kalender seakan sesuatu yang penuh misteri, membuat saya bertanya-tanya apa yang akan terjadi esok, lusa, dan di masa depan. Memikirkan masa depan memang tidak akan ada habisnya, dan mungkin saja kita kecewa apabila masa depan itu tidak seperti yang saya harapkan. Memikirkan masa depan bisa saja membuat saya tidak menikmati apa yang terjadi pada hari ini. Saya tidak ingin terbawa jauh pada harapan-harapan yang dipasang begitu tinggi.

Berharap setinggi-tingginya adalah bukan hal yang salah, jika apa yang dilakukan memang sepenuhnya untuk mewujudkan harapan-harapan itu. Saya suka berharap. Seringnya harapan yang saya harapkan itu adalah harapan yang diharapkan terjadi dalam waktu dekat. Yang dengan usaha dan berdoa bersungguh-sungguh, dapat diwujudkan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kenapa harus dapat terwujud dalam waktu yang singkat? Karena saya manusia yang gampang bosenan dan tidak suka dengan hal yang roman-romannya akan menjadi stagnan.

Saya senang dengan hidup saya yang penuh dengan kegiatan yang berbeda setiap harinya. Mungkin karena hal inilah, saya sangat menikmati masa perkuliahan saya. Menjalani hidup sebagai seorang mahasiswi merupakan suatu perubahan terbesar dalam hidup saya selama 18 tahun terakhir ini. Bayangkan saja, dari yang dulunya baca komik itu menjadi kegiatan di waktu senggang, sekarang cuma baca komik kalau lagi bersemedi di kamar mandi. Bukan itu sih intinya. Intinya, waktu senggang yang saya miliki semakin sedikit, berarti saya semakin produktif. Kalau sekarang nih, ya, kalau lagi nggak ada PR, eits, masih zaman ya mahasiswa pake kata “PR”, diralat deh jadi kata “tugas” aja. Segitu gak maunya, ya, pake kata “PR”? Ya iya dong, inilah hal ekslusif yang dimiliki mahasiswa only. Anak sekolahan tuh, baru punya “PR”. Yes. Eh, saya baru ingat kalau saya bersekolah di Sekolah Bisnis dan Manajemen. Masih sekolah-sekolah juga dong. Haduh, makanya jadi orang jangan takabur dan tinggi hati.

Back to the topic, kalau saya lagi nggak ada PR, eits, masih zaman ya mahasiswa pake kata “PR”, diralat deh jadi kata “tugas” aja. Segitu gak maunya, ya, pake kata “PR”? Ya iya dong, inilah hal ekslusif yang dimiliki mahasiswa only. Anak sekolahan tuh, baru punya “PR”. Yes. Eh, saya baru ingat kalau saya bersekolah di Sekolah Bisnis dan Manajemen. Masih sekolah-sekolah juga dong. Haduh, makanya jadi orang jangan takabur dan tinggi hati. NAH LOH. Kalimat-kalimat sebelum kok kayak udah pernah liat ya? Bisa-bisanya deja vu pas lagi baca blog gini.

Gak deng. Jadi nih ya, kalau saya lagi gak ada PR, eits, masih zaman ya mahasiswa pake kata “PR”, diralat deh jadi kata “tugas” aja. Segitu gak maunya, ya, pake kata “PR”? Ya iya dong, inilah hal ekslusif yang dimiliki mahasiswa only. Anak sekolahan tuh, baru punya “PR”. Yes. Eh, saya baru ingat kalau saya bersekolah di Sekolah Bisnis dan Manajemen. Masih sekolah-sekolah juga dong. Haduh, makanya jadi orang jangan takabur dan tinggi hati. NAH LOH. Kalimat-kalimat sebelum kok kayak udah pernah liat ya? Bisa-bisanya deja vu pas lagi baca blog gini. Cape deh.

Udahan deh bercandanya, takut gak ada yang ngerti juga.

Kalau gak ada tugas akademik, saya masih punya tugas kepanitiaan. Bikin poster. Anak creative design, lah, biasa. Oh, iya, saya sangat bersyukur banget bisa sedivisi dengan Dewa-Dewi Photoshop dan Corel SBM, yaitu Kak Gipeng dan Kak Billa. Mereka berdua adalah mahasiswa angkatan 2013, yang berarti 2013 sudah lulus. Untung saja saya lahirnya tahun 1994, kalau tahun 1995 kan berarti gak bakalan ketemu sama mereka, belum tentu masuk SBM lagian. Berkat jasa mereka berdua, saya sudah bisa menggambar menggunakan vektor di photoshop. Dengan vektor ini, kamu bisa bikin bentuk sesuka hati kamu di laptop. Bisa bikin muka kartun, desain perabotan, dan pokoknya apapun yang biasa kamu gambar di kertas. Udah gitu, gambarnya juga rapi gitu. Ngegambar pake Paint di Windows udah gak zaman deh. Apalagi saya, pakenya Macbook, OS-nya gak pake Windows (saya Apple Fanboy).

HoreHasil pembelajaran di hari pertama.

scoutUdah bisa bikin objek, tapi belum bisa bikin background. Dibutuhkan imajinasi di sini.

Bayangin aja nih, dengan ilmu yang mereka ajarkan pada saya, itu udah cukup dan sangat bisa dipakai buat bikin buku cerita bergambar untuk anak-anak. Sempet kepikiran mau bikin buku cerita anak yang saboy banget (baca: keren banget), terus diajuin ke penerbit, terus hidup bahagia selamanya dari hasil royalti buku tersebut karena bukunya jadi bestseller di 250 negara. Buku itu menjadi buku yang dibacakan oleh ibu-ibu di Inggris kepada anaknya sebelum tidur. Kertas dari buku itu dijadikan subtitusi tisu toilet saat tidak ada tisu toilet yang tersisa di WC yang gak ada semprotannya. Indah sekali, memberikan manfaat bagi orang-orang yang bahkan namanya saja pun kamu tak tahu, yang jenis kelaminnya saja pun belum jelas, dan mungkin tidak tergolong dalam jenis kelamin mana pun.

Lihat kan, inilah saya dengan harapan saya yang terlampau jauh. Jadinya cenderung ngelantur.

Sudah dulu deh, saya harus menggapai harapan saya yang harus saya gapai dalam waktu dekat ini.

Wassalamualaikum.

Standard
Curahan Hati

Perjalanan Hidup Setelah Sebulan Gak Nulis Post Baru

Assalamualaikum.

Saat Anda membaca post ini berarti saya sudah terbebas dari UTS semester 2. Belum sepenuhnya terbebas, sih, karena masih ada UTS KPIP dan PTI. Biarkan sajalah. Yang penting semua yang bernilai 4 sks sudah semua.

UTS di ITB memang inisiatifnya tinggi. Ibaratnya sih kalau di universitas lain tuh baru proses siraman, ITB udah sampe tahap bersihin gedung resepsi. Cepet banget kan.

Post terakhir saya itu bulan Januari ya. Sudah lama sekali ya. Maaf ya.

Kembali ke topik pembicaraan kita. Eh, tunggu. Memangnya ada ya topik pembicaraan? Bicarain apa dong. Bicarain orang aja gitu? Tapi kalau post ini isinya bicarain orang, buat apa dong ada acara infotainment di TV. Jadi, mending bicarain hal lain saja deh. Nah, berhubung ini blog milik Dhila, jadi bicarain hidup Dhila, ya.

Semenjak post terakhir di blog ini saya postkan, banyak hal lain yang terjadi dalam hidup saya. Gak hidup saya aja sih, hidup semua orang juga. Namun, dalam kasus ini, berhubung blog ini milik Dhila, jadi mending cerita tentang hal yang terjadi dalam hidup Dhila, ya.

Tanggal 9 Februari termasuk dalam satu tanggal bahagia dari daftar tanggal bahagia yang saya punya. Memangnya tanggal bahagia saya ada berapa sih? Dua. Satunya 10 Mei, hari ulang tahun Dhila, dan satunya lagi tanggal berapa pun yang ditetapkan sebagai hari lebaran. Uang bertebaran.

Hei, memangnya tanggal 9 Februari ada apa sih? Saya nonton konser Kahitna bersama teman-teman di Trans Hotel, cuy! Dengan ini terhitung 2 kali saya menonton konser. Konser pertama yang saya nonton adalah…..Konser Kahitna, bersama mama dan teman-teman mama.

Dari dulu, saya belum pernah menang kalau ikutan kuis yang biasanya diadain di media-media. Entah itu TV maupun media cetak. Bukannya menang, malah hampir kena tipu gara-gara ngirimin kartu pos buat ikutan kuis di majalah Bobo. Ditipu menang mobil avanza.

Tapi, sepertinya takdir mengatakan bahwa saya akan menang kuis di social media. Pertama kali ikutan kuis di Twitter, langsung menang. Malam itu, aku sedang tiduran di kasur, dan jadwal saya saat itu adalah mengecek timeline Twitter. Tiba-tiba, Siete Cafe ngadain kuis yang berhadiah tiket nonton teater Taraksa. “Siapakah wanita yang dicintai Taraksa” begitu kira-kira isi pertanyaannya. Waduh, siapa nih?

Twitter adalah media yang dapat diakses siapa saja. Begitu juga dengan informasi yang berputar di dalamnya. Jawaban kuis Taraksa ini, pasti ada juga dong. Saya buka deh, kolom mention-nya akun SIete Cafe. Sudah ada satu orang yang menjawab. Dengan ilmu copas dan dibumbui dengan sedikit editan, tweet jawaban kuis pun saya kirim. Dua orang penjawab paling cepat dan benar, adalah pemenangnya. Saya orang ketiga yang menjawab. Tapi saya menang. Sudah takdir dari Tuhan kalau orang kedua yang menjawab kuisnya pake retweet. Format menjawabnya tidak lengkap deh, soalnya tweetnya kepanjangan dan masuk Twitlonger. Menang deh.

Baru pertamakalinya dimarahin sama mbak-mbak penjaga sebuah kedai makanan di kampus karena gak tau kalau tepung bahan makanannya diganti. Waktu itu saya cuma menemani Trianita buat bertanya pada mbak-mbaknya sih, apakah makanan yang disajikan untuknya itu ikan dori atau ayam, soalnya teksturnya berbeda. Mengapa kejadian dimarahin mbak-mbak ini harus ditulis? Bayangin aja, 3 mbak-mbak tiba-tiba berdiri dengan muka sangar dan salah satunya berteriak “KAN TEPUNGNYA GANTI!” Bayangkan. Imagine. Kalo kompakan gitu mending bikin girlband aja deh. Leader-nya mbak yang waktu itu teriak tepung ganti aja.

Pertamakalinya juga untuk melakukan presentasi dengan style formal! Pake blazer, sepatu hak tinggi, wuih. Kan ceritanya ini presentasi perusahaan yang membahas tentang cocok atau tidaknya kebijakan flextime di kantor mereka. Presentasinya ke direktur-direktur gitu, ceritanya. Asyik banget deh tugas presentasi kali ini. Sampai saya bikin id card perusahaan segala. Terus bikin Keynote-nya yang simple-simple eye catching. Grup presentasinya juga asyik, bareng Baba dan Randy. Mereka-mereka ini jago ngomong deh. Saya yang susah ngomong dengan teratur di depan umum ini mau gak mau harus latihan, biar ngimbangin mereka.

Persiapan untuk UTS Statistika sudah dimulai sejak hari Jumat. Malam itu, saya, Evita, dan Muhammad Ghifari, biasa dipanggil Ogiv, belajar Statistika di Dapur Eyang. Hebat kan, biasanya kalau belajar tuh kalau nggak di ruang keluarga, ruang tamu, atau kamar kan. Nah, kami belajar di dapur. Dapur milik Eyang lagi. Eyangnya siapa juga kami nggak tahu. Tapi, kami panggil diri kami sebagai cucu-cucu Eyang. Selama belajar, kami bertanya-tanya, mana eyangnya?

Dapur Eyang ini enak sekali tempatnya, cocok untuk belajar. Mejanya besar, adem, terus ada tempat lesehannya juga. Homy deh, berasa kayak lagi di… rumahnya eyang. Makanan dan minumannya juga beragam dan harganya terjangkau.

IMG_4659Sabtu, sebelum caw ke rumah Dalzi, pemanasan belajar dulu di Dapur Eyang.

Persiapan UTS Statistika hari Sabtu dan Minggu dilaksanakan di Rumah Dalzi Danil. Untuk mencapai rumah Dalzi ini dibutuhkan perjuangan yang darus dilandasi dengan mental baja. Rumah Dalzi berlokasi di daerah Buah Batu. Tempat di Bandung itu nggak ada yang jauh sebenernya, kalau gak macet. Sayangnya, pada Sabtu dan Minggu kemarin, jalanan Bandung sangat ppppadat! Iya, P-nya harus banyak supaya terkesan beneran padat. Udah padat, panas lagi! Menyengat kulit banget.

Namun, gak sia-sia deh perjuangan belajar Statistika di rumah Dalzi. Soalnya benar-benar produktif. Jumlah mahasiswa yang belajar di rumah Dalzi ada 18 orang kalau tidak salah. Penuh banget kan! Perputaran ilmu dalam rumah ini sangat cepat. Sebenernya, saya agak susah belajar kalau terlalu banyak orang, apalagi kalo ikutan diskusi dengan banyak orang. Mana kalau banyakan gitu, mau ngasih pendapat suka gak diwaro (gak diperhatiin). Kayak gak ada yang menyadari kalau saya ikutan diskusi. Saya invisible. Eh, tapi kok pas kaderisasi kemarin pas lagi sesi forum sama angkatan atas yang berujung Buku Angkatan dicerca-cerca dan dibilangin jauh dari ekspektasi kok bisa ketunjuk buat ngomong ya. Padahal biasanya invisible. Lagi sial tuh.

Jadinya, selama Sabtu dan Minggu, saya berpartner dengan Ogiv dalam mengerjakan soal-soal latihan statistika 40 nomer. Untung ada Ogiv, kalo engga, gak tau deh mau diskusi sama siapa lagi. Akibat gak biasa ngerjain suatu hal barengan sama banyak orang sih.

IMG_4652

IMG_4656

Hari Senin. Hari itu UTS mata kuliah Statistika dan Study of Human Society atau disingkat SHS. Nah loh, SHS belum belajar. Hanya mengandalkan ingatan dan catatan yang dicatat selama kuliah saja. Dibandingkan dengan mata kuliah lain, catatan SHS lah yang paling lengkap. Kenapa? Karena slide presentasinya gak cepet-cepet dipindahin kayak statistika yang baru meleng bentar ngambil pulpen eh udah ganti slide. Kan bete.

Hari Selasa. UTS Business Communication. Berhasil dilalui dengan mulus berkat Iyo Sang Tutor Bayangan. Pagi harinya sebelum UTS, sekitar lebih dari 40 orang berkumpul di tutorial 1B demi menerima tempaan ilmu biscom dari Suhu (I)Yo. Terima kasih sekali, Yo, atas ilmu yang Anda berikan pada kami. Iyo tuh kalo lagi ngajar, ngalir banget. Sepertinya di masa depan nanti, selain punya bisnis di bidang advertising, nyambil jadi tutor saboooy tuh.

Sorenya, saya dan Evita gaul dulu di TSM, makan hedon, Pepper Lunch. Biasanya cuma bisa dibeli pas lagi sama Mama. Lalu, caw ke lapangan futsal Kicking and Screaming di jalan Laswi, tempat futsal angkatan dilangsungkan. Tempatnya asik deh! Beneran pas main itu nendang sambil teriak “Kyaa, kyaa!” Terus yang uniknya ada ring basket yang tidak terlalu besar yang diletakkan setinggi kira-kira 1 meter dari lantai. Nyobain nendang bola biar masuk sana dan gak masuk-masuk. Sebelum gusar karena gak masuk-masuk, saya putuskan untuk duduk dan nonton futsal lagi saja. Oh, iya, 15 menit terakhir, saya ikutan main bareng cewe-cewe futsal. Gak persiapan kayak yang lain, akhirnya saya main pake jeans. Untungnya setiap hari saya pake running shoes, walau pake celana jeans, gak masalah deh. Athluna Canthika ikutan main pake flast shoes. Ekstrim memang. Dan flat shoesnya sempat melayang ke udara berkali-kali.

IMG_4694

Malam itu ditutup dengan makan bersama di Rumah Makan Legoh, depan SMA Aloysius. Udah lama banget gak jalan-jalan banyakan kayak romongan se-RT semenjak matrikulasi berakhir. Menyenangkan!

IMG_4690

Hari Rabu. UTS Art Recollection. Pada UTS AR, kami harus menggambar sebuah produk yang sesuai dengan permintaan customer. Siapa customernya? Teman kami sendiri. Di minggu sebelumnya, kami mengumpulkan selembar form yang berisi tentang ciri-ciri sebuah produk yang sangat kami inginkan dalam hidup. Sebagai contohnya, saya dapat soal gini “Saya ingin mempunyai alat yang bisa membawa saya kemana saja tanpa hambatan. Alat tersebut bisa dikondisikan untuk berubah bentuk menjadi sesuatu yang mudah dibawa. Selain itu, alat tersebut juga bisa di-set otomatis, hanya perlu mengetik tujuan yang ingin dituju. Kemudian kita hanya perlu menunggu karena alat tersebut akan membawa kita dengan sendirinya.” Nah loh. Dan masih ada beberapa klu lainnya.

Ada beberapa gambar yang harus dibuat. Gambar sketsa dari tampak depan, samping, dan belakang. Gambar fungsi detail yang ditonjolkan oleh produk ini dan penjelasannya. Gambar produk yang difinalisasi sudah diwarnai, digambar dari sisi paling bagusnya. Saat hampir modar, tiba-tiba gambar yang harus dikumpulkan hanya dua gambar pertama, dan gambar produk yang sudah difinalisasinya dikumpulkan Rabu minggu depan. Puji syukur saya panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya untuk memberikan wahyu yang mengilhami Pak Benjon, dosen AR, untuk mengundur waktu pengumpulan gambar finalisasi.

IMG_4707Sketsa Mobil yang bisa terbang, jalan di atas air, saboy deh.

Merayakan kebebasan semu dari UTS yang kami anggap sudah selesai, langsung jalan-jalan cuci mata dong! Saya, Evita, Ogiv, Ara, dan Augy, caw ke Istana Plaza. Kenapa ke Istana Plaza? Karena PVJ sudah terlalu mainstream. Gak deng. Karena di Istana Plaza ada Squirros! Sebuah foodstall yang menjual churros, donat spanyol. Enak banget, crunchy! Pada jalan-jalan kemarin, saya beli yang ada fillingnya raa Green Tea. Cobain sendiri!

Setelah itu, kami makan di Richese Factory. Saya beli firewings level 0, lalu saya langsung berkaca-kaca dan ingusan. Sudah pedas sekali, bagi saya.

Nah, ini yang rame banget, saboy gila. Hockey Hot Battle! Kami main di Game Master, permainan hockey meja itu loh. Pertarungan sangat sengit dan membuat keringat bercucuran. Benar-benar hot battle. Selain Hockey Hot Battle, kami main beberapa game lain juga. Seperti Percussion Master, misalnya. Gara-gara mode versus, lagunya kayak gak abis-abis, soalnya yang menang bisa main lagi. Malam itu seru sekali.

IMG_4726

Terakhir, ditutup dengan main bulu tangkis di GOR Cisitu, dari pukul 22.00—00.30. Tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

IMG_4742

Sekian.

Wassalamualaikum.

Standard
Curahan Hati

Untuk Masuk dalam Kategori Random, Post Ini Terlalu Random

Sore hari, aku suka. Terlebih lagi jika hujan datang. Walau tidak selalu suka. Suka berkala.

Hujan besar hingga naik mobil terasa seperti menaiki kapal feri. Ternyata ingin berlayar saja tidak harus sampai turun gunung. Yang lebih cocok turun gunung adalah jagoan sakti. Jagoan silat untuk pribumi, jagoan kungfu untuk orang sipit dan panda dari cina. Semuanya turun gunung bersama-sama saat telah menguasai jurus-jurus terbaiknya. Jurus-jurus pamungkasnya. Sampai-sampai, semua tukang pangkas rambut ingin pula memiliki jurus pamungkas pemangkas rambut. Permainan kata. Aturannya bagaimana penulisnya, yaitu saya.

Saya pun ingin turun gunung. Setelah semua keahlian yang saya tempa di pedalaman sana sudah dikuasai. Kalau ditanya tentang jurus atau keahlian yang ingin saya miliki dalam waktu dekat ini sih, kemampuan hitung. Matematika. Buat besok. Saya ingin jago hingga saya tidak perlu membuat cheatsheet yang dosen suruh.

***

Banyak hal yang berotasi dalam pikiran saya. Entah itu imajinasi, masa depan, masa lalu, masalah, hingga sumpah serapah. Ingin sekali saya undang penyelesaiannya untuk berevolusi mengelilingi setiap hal yang berotasi dalam otak.

***

Saya ingin memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Saya harus memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Untuk mendapatkan predikat orang yang bertanggung jawab, saya harus dapat memisahkan logika dengan emosi (emosi bukan cuma marah-marah, loh). Sebenarnya bukan dipisahkan, tetapi ditempatkan. Jika dapat dilakukan, saya bisa jadi power ranger. Gak deng.

***

Banyak hal yang ingin saya capai dalam hidup. Salah satunya itu, makan indomie di Madtari.

***

Aku ingin mengetahui hal yang lazimnya setiap orang harus ketahui. Tapi, untuk mengetahuinya, tidak harus bertanya pada orang yang sudah lebih dulu tahu bukan? Kedai Tahu Mang Awi.

***

Saya sedang berada dalam mobil, menunggu di suatu entah jalan apa namanya, yang pasti di daerah dipatiukur. Saya duduk terpekur. Menikmati suara hujan. Menikmati rasa kantuk yang menyerang. Sekitar saya sudah mulai gelap. Seram. Tapi saya tidak takut. Tapi bohong.

Yang tidak bohong itu, besok UAS Matematika Bisnis dan Manajemen.

Standard
Curahan Hati

Selamat Subuh

Assalamualaikum, kawan.

Di subuh yang gelap ini, saya sedang duduk di atas kasur. Kasur saya tidak terletak di kamar saya sendiri, tetapi di kamar adik saya, Faiz. Saya adalah pengungsi. Walaupun saya pengungsi, status saya masih sama, belum kawin (tambahkan #teruskenapa di sini).

Mengapa saya tidak tidur di kamar sendiri dan malah jadi pengungsi, sih? Emangnya di dalam kamar saya ada bencana alam parsial sampai cuma kamar saya aja yang hancur sedangkan dari arah ruang makan, tepat di depan kamar saya, nampak pintu kamar yang masih sama seperti sedia kala? Ibarat “Anjing mengonggong, kafilah berlalu” Ga nyambung kan. Ga nyambung peribahasanya, kan.

Sebenarnya kamar saya dalam tahap renovasi. Sebentar lagi selesai kayaknya, tinggal bikin laci bawah panggung (panggung, bro, panggung! Kamarku adat Sumatera Utara, dong, makanya pake panggung. Biar ga ada binatang buas, seperti tikus dan kecoa bisa manjat. Kecoanya bisa masuk tapi harus kecoa pro yang bisa terbang), mindahin saklar listrik, dan masukin meubel.

Sekedar informasi, kamar saya yang baru nan fitri (edisi ramadan) ini dirancang oleh arsitek sekaligus pelatih softball putri Rusa Hitam yang fotonya ada di post sebelumnya, Aa Ishak Suriaatmaja. Beliau sudah berpengalaman dalam merombak kamar para mahasiswa kos-kosan yang menginginkan kamar yang unyu juga macho, sampai merenovasi satu rumah. Jadi sudah gak diragukan lagi, pasti kamarku lebih bagus daripada sebelumnya (ya masa ada yang direnovasi biar jadi lebih jelek, plis deh kakak).

Untuk meubelnya, nggak beli yang udah jadi di toko, tapi dibikin oleh tukang kayu bernama Pak Otom berdasarkan desain dari Aa. Lebih pas di hati, juga di harga, kan. Lagipula mengingat kamar saya yang tidak terlalu luas sedangkan meubel yang di toko itu rata-rata ukurannya besar, seperti lemari pakaian, meja rias, dan meja belajar, terkesan tidak memungkinkan untuk dipaksakan ditaruh dalam kamar saya. Nanti kalo beli yang udah jadi bisa-bisa furniturenya muat dalem kamar tidur, saya muat di kamar mandi. Kasihan kan. Apalagi ga punya bath tub, nanti cuma menangis sambil berendam dalam ember, lutut nempel sama hidung, sambil disirami air dingin dari shower yang nggak dipasangin water heater padahal tinggal di pegunungan. Menderita sekali. Cocok masuk FTV. Kalau saya pelihara naga, cocok masuk sinetron laga di indosiar. Legenda wanita ember yang mandi pake shower dengan air panas yang dipanaskan oleh api dari mulut naga peliharaannya. Setingkat lebih baik, lah.

Sekarang sudah hampir jam enam. Sekian dulu deh ceritanya, waktunya saya tidur lagi nih (mau elo tidur atau ga tidur, bukan urusan gue kali), kan harus hemat energi soalnya puasa. Nggak cuma lampu doang yang harus hemat energi. Kan ada lampu yang boros listrik, ada juga lampu yang hemat energi namanya lampu LED kan. Maka dari itu, saya merasa harus membuat akun twitter baru, @dhilaLED. Akun ini dipakai pas saya puasa aja, pas saya lagi hemat energi. Jadi, pas Anda liat akun ini, nggak akan ada tweetnya, soalnya untuk ngetweet itu pake tenaga, tenaga itu energi. Daripada buang-buang energi, makanya nggak usah ngetweet. Eh, berarti ga usah bikin akun twitternya juga, ya, buang-buang energi kan untuk sekedar sign up juga.

Ya, sudah deh. Tidur dulu, mari.

Wassalamualaikum.

Standard
Curahan Hati

Kerja Keras: Banting pensil, Gores Kertas

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, kemarin hari Sabtu tanggal 25 Juni 2011 saya dibagi rapot semester 4. Hasilnya memuaskan saya.

Berhubung kelas saya (kurang beruntung) isinya banyak yang pinter, entah itu pinter karena rajin, atau pinter karena kekuatan dan kelenturan otot matanya berlebih bisa lirik sana lirik sini bisik-bisik nanya jawaban nomor 25 dari pertanyaan nomor 25 (gamungkin dong nanya jawaban nomer 20 berdasarkan pertanyaan nomer 12), untuk mendapatkan ranking tinggi tidaklah mudah. Saya sudah mulai berprinsip kerja sendiri saat ulangan mulai dari kelas 11 jujur saja. Karena, saya sudah mulai memakai jilbab saat pergi ke sekolah untuk membiasakan diri, serta lebih praktis ga usah cuci rambut setiap mau pergi sekolah. Menurut saya, dengan memakai jilbab, kita harus mulai memperbaiki diri kita dan meninggalkan hal-hal yang termasuk dosa kecil. Sebut saja menyontek. Orang bilang, menyontek itu bibit korupsi yang besar. Besar itu bisa diukur, kalau cantik itu relatif. Kata orang, semua wanita itu cantik. Saking pria iri sama kaum wanita yang cantik-cantik, mereka sampai ubah jenis kelamin, jadi banci. Loh kok jadi ngomongin banci? Banci bisa masuk dimana saja dalam topik pembicaraan saya.

Sebelum UKK, sebulan sebelumnya saya sudah mulai menyiapkan diri dengan bersemedi di bawah air terjun, dan menangkap ikan dengan tangan kosong. Tapi bohong. Sebenarnya, saya adalah perempuan.

Ralat. Jadi, sebulan sebelum UKK, saya ikutan program UAS Cemerlang dari Prosus Inten. Dengan biaya 300.000 saya belajar di sana setiap hari senin dan kamis selama sebulan hingga UKK. Saya bukan tipe yang bisa belajar sendiri, saya butuh pembimbing dan saya butuh teman. Males banget kan kesiksa belajar sendirian, mending cari temen supaya bareng-bareng disiksa. Dan cara ini berhasil untuk saya.

Setelah UKK berakhir, dengan banyaknya conference di bbm yang bikin batere habis padahal blackberry saya simpan dalam tas dan tidak pernah dibawa saat UKK (sangat menyebalkan padahal udah leave berkali-kali tapi tetep aja diinvite conference) dan anak kelas 10 teman sebangkunya teman saya, Ayu, yang berisik banget bisik-bisiknya nanya jawaban ke belakang sampai-sampai ingin saya cubit (tapi tidak jadi), saya telah mengerahkan segala ikhtiar yang saya bisa. Tidak afdol dong kalo ikhtiar saja. Maka dari itu, saya berdoa. Doa saya itu semoga saya masuk rangking tiga besar di kelas. Setiap shalat dan setelah berdzikir juga mendoakan orangtua, doa saya ya itu, semoga masuk rangking tiga besar.

Pembagian rapot sekolah saya selang satu hari dari pembagian rapot SMA negeri lain. Bukan SMA dari negeri lain yaitu China, Jepang, atau Kamboja ya, maksudnya SMA Negeri di Bandung yang namanya dari angka-angka. Kres kres. Garing kriuk. Karena itu, saya harus menahan rasa deg-degan lebih lama. Kalo ngga deg-degan berarti innalillahi wa inna ilaihi rajiuun, tinggal dimandikan, dishalatkan, dan dikubur, jantung telah berhenti berdetak berdegdegan.

Setelah dibagikan, alhamdulillah, hasil rapot saya meningkat daripada semester lalu. Dari rangking 6 naik ke rangking 3. Bener-bener pas sama apa yang saya minta ke Allah SWT disetiap doa saya, saya mau masuk rangking tiga besar. Harusnya sih saya doanya rangking 2 besar atau minta rangking 1 aja ya sekalian, siapa tau kejadian. Ups. Bersyukurlah wahai manusia!

Sekarang saya perbaharui doa saya, saya mau jadi mahasiswi ITB, dapat hadiah karena masuk tiga besar, dan satu lagi doa yang isinya rahasia. Kalo aja kamu jadi aku, kamu pasti udah tau isi doa aku, karena kamu itu aku.

Akhir kata, selamat liburan kenaikan kelas! Wassalamualaikum Wr. Wb.

Standard