Cerita Pendek

Manfy

Pekerjaan menampar belum banyak dimiliki orang pada saat itu. Tepatnya, baru satu orang yang memiliki jenis pekerjaan yang hampir serupa dengan pembunuh bayaran ini. Bedanya, korban tidak akan mati. Hanya membengkak saja di bagian yang tertampar. Bagi Manfy, inilah satu-satunya hal yang dapat membengkakkan dompetnya. Pekerjaan ini sudah ia lakukan sejak lima tahun yang lalu. […]

More

Kursi

Tadi sore saya sedang duduk di kursi. Di sebelah kanan saya pun ada teman saya yang juga duduk di kursi. Di sebelah kiri saya pun ada teman saya yang duduk di kursi. Di hadapan saya pun ada teman saya yang duduk di kursi. Teman-teman bertebaran duduk di kursi. Untunglah, semuanya kebagian kursi, jadi mereka bisa […]

More

Ayam Petok

  Pagi itu, aku melihat ayam-ayam. Mereka berkumpul bersama. Bukan dalam rangka arisan atau peringatan empat puluh hari mengenang kematian ayah dari sang ayam. Mereka berkumpul tanpa berucap “petok” satu kali pun. *** Ayam. Ayam. Ayam. Ayam. Ayam. Ayam. Enak sekali tampaknya untuk dimakan. Hanya tinggal potong kepalanya sambil ucapkan “Bismillah, Allahu Akbar”, keluarkan darahnya, […]

More

Mutilasi Melewati Batas Norma

Pucat. Sangat pucat. Darah muncrat kemana-mana. Ia bisu. Telah membisu. Tak sedikit pun kata-kata maupun sedikit pun suara yang dapat dikeluarkannya. Siang berganti malam, takdir pun pasti akan terjadi dan tak dapat ada seorangpun yang dapat menyangkalnya jika Allah telah berkehendak. Tak ada seorangpun dari kawanannya yang dapat menolong ia. Terlambat, sungguh terlambat. Semua yang […]

More

Ini Dia Cerpen Buatan Saya yang Diselesaikan Hampir Pukul 00.00

Nama: Fadhila Hasna Athaya (13) Lipstik Selfita yang Hilang “Siapa yang kamu tuduh?”  tanya Bona. “Ya kamu lah! Siapa lagi?” jawab Selfita. “Aku ini laki-laki! Mana mungkin mencuri lipstikmu!” ujar Bona dengan nada marah. Mereka berdua mulai siang tadi bertengkar. Bertengkar karena hilangnya lipstik Selfita yang baru dibelikan oleh neneknya. Selfita marah dengan argumen yang […]

More