Hidup

Untuk Setahun ke Depan

Peringatan: Postingan ini panjang.

Saya baru melewati salah satu milestone yang mengubah hidup saya! Nggak mengubah juga sih, terlalu berlebihan, “mengatalisasi perubahan” dalam hidup saya, sounds better.

Pada postingan blog terakhir, saya meminta doa agar saya terpilih jadi Google Student Ambassador kan, ya? Kayaknya, banyak yang mengamini gitu, jadi aja kepilih. Ini adalah berkah ramadhan! (padahal bulan puasa baru aja mulai, masa berkahnya dateng dua bulan sebelumnya sih?)

Saat kepilih, ada beberapa hal yang menjadi pikiran saya, yang tidak hilang-hilang walau saya sudah membasahi kepala saya dengan air dari keran.

Kebanyakan yang terpilih jadi GSA adalah mahasiswa yang berasal dari jurusan IT, terus pilihan kata yang saya ketahui tentang IT sangat terbatas. Saya cuma tau coding, programming, HTML, C++, ASCII, Java, dan Borneo. Oke, yang borneo itu bercanda, ya, ceritanya. Saya sarankan untuk tertawa. Nah, bingung kan nanti kalau mau ngajak ngobrol harus angkat topik apa. Masa “hai nama aku Dhila, kemarin aku baru dapet kode dari temen aku, loh!” Yakali.

Tapi, ternyata itu bukan masalah besar karena masalah yang lebih besarnya adalah ngobrol dengan mahasiswa yang berasal dari jurusan IT dan harus pake bahasa Inggris.

GSA2014 - B2 3121

Nggak deng! Teman-teman yang saya kenal selama GSA Summit semuanya asyik-asyik! Selera humornya nggak jauh berbeda, dan kebanyakan punya satu kesamaan, yaitu suka SELFIE. Begitu satu smartphone yang dipasang di monopod (kalau di Indonesia populer dengan sebutan tongsis) diangkat, dalam hitungan sepermili detik, manusia-manusia dengan radius 15 meter akan berlari mendekati assembly point (bukan tempat berkumpul kalau bencana, tapi tempat berkumpul dekat tongsis) dan memasang muka terbaik mereka. Tapi saya jarang ikutan sih.

IMG_1076

GSA Indonesia!

Oh iya, jadi buat jadi GSA habis terpilih tuh ada prosesinya dulu baru beneran jadi GSA, yaitu wajib ikut summit, yang tadi udah sempat disinggung di paragraf sebelumnya. Anehnya, biasanya hal-hal yang wajib itu bikin males dikerjain kan? Nah, yang ini engga! Apalagi karena summitnya itu tempatnya di Cebu, Filipina. Nginepnya di hotel bintang lima, dan makannya lima kali sehari. Tiga kali makan berat, dua kali snack. Widih, bahaya kan tuh, kasihan timbangan yang di rumah.

Processed with VSCOcam with c1 preset

Pemandangan dari kamar hotel.

20140531_142931

 Makanan ringan di sela-sela menunggu waktu makanan berat.

20140531_101810

Makanan ringan yang paling berkesan: Smoked Salmon Sandwich

20140602_082914

Sarapan versi segala dicoba.

20140530_061752

 Sarapan versi antimubazir. Mengambil sekenyangnya.

Tapi sama sekali gak bahaya! Kenapa? Di sana tuh jarang tidur, dipake ngerjain homework. Homeworknya tuh ada disuruh bikin GSite, bikin rencana event, dan bikin video. Untung gak disuruh kerjain sendirian, tapi berkelompok. Kelompoknya ditentuin secara acak gitu, dan pasti kebagian satu spesies dari berbeda-beda negara.

“Terus, kamu berkontribusi apa, Dhil, buat tim kamu?”

Ini pertanyaan pelik. Nggak deng, nih ya aku jawab.

Pertama, aku gak mungkin ngerjain GSite soalnya aku baru tau ada gabungan huruf seperti itu di dunia ini, padahal sudah sepantasnya orang yang berani-beraninya mencalonkan diri jadi duta Google untuk tau tentang apa di balik gabungan kata itu! Eh, kamu pengen daftar GSA juga tapi belum tahu GSite itu apa? Jangan khawatir! Berhubung lebih dari setengah GSA itu biasanya anak IT, yakinilah, they got your back, mereka mendapatkan punggungmu. Oke, harusnya gak usah di bahasa Indonesiain ya.

20140530_214304

Ini teman-teman satu tim saya, Googley 7.

20140531_150234

Kedua, merancang event. Pas, pas, saya angkat tangan! Kalau rancang desain & konten presentasi proposalnya, boleh deh. Dan emang akhirnya aku ngerjain itu, udah sering bikin buat kuliah sih. Hidup SBM ITB! (loh…seharusnya postingan ini GSA-sentris sih)

Nah, ketiga, bikin video! Ini yang paling asyik! Video kelompok kami dibuat oleh Hanif dan Dhila (catatan: Dhila adalah “aku” di postingan ini). Ini lihat aja, ya, videonya, biar gak usah cerita panjang-panjang.

Di GSA Summit ini, gak cuma dikasih makan dan diberi tugas doang, tapi dibekali pengetahuan, tentang Google (yaiyalah)! Wih, baru ngeh deh ternyata Google terintegrasi banget antara satu aplikasi dengan aplikasi lain. Contohnya, kamu punya akun Gmail. Satu akun Gmail ini bisa nyambung ke Google+ (sosial media yang super keren banget konsepnya, apalagi buat anak marketing [buka deh, dan kamu pasti tau kenapa]), Youtube, Google Drive, etc. Pokoknya, kamu bakalan tau gimana caranya Google can simplify your complicated life.

Selain itu, kita juga dikasih tau caranya mengolah ide, melakukan presentasi, dan yang paling saya suka, leadership! Overall, semuanya aship, ahip sih (baca:asyik, asyik)!

20140530_150329

GSA2014 - B2 1291

GSA2014 - B2 3135

GSA2014 - B2 2135

20140601_220040

Sudah dulu deh cerita summitnya, soalnya milestone yang saya maksudkan di paragraf pertama itu, bukan GSA Summitnya, tapi apa yang terjadi setelah GSA Summit, yaitu menjalankan tugas sebagai GSA. Itulah milestone-nya. Berat, cuy.

***

Begitu kembali ke kehidupan nyata, kehidupan yang biasanya sebagian besar diisi oleh kuliah dan organisasi, sekarang ada tantangan baru, jadi GSA selama setahun ke depan. Pengetahuan tentang Google yang didapet wajib langsung diimplementasikan dan disebarkan!

Singkat cerita, sekarang, sebagian besar sumber informasi pengurus himpunan KMSBM berseliweran di Google Drive. Gak ada lagi alesan, “aku gak tau, aku belum dibagi filenya” soalnya udah bisa langsung kamu akses pake desktop, atau smartphone bahkan. Lalu, urusan registrasi kayak daftar KMSBM Birthday Bash (acara peringatan ulang tahun himpunan) dan daftar calon badan pengurus KMSBM udah pake Google Forms. Gak ada lagi itu kertas formulir diedarin ke kelas-kelas, terus sebelum balik ke panitia, malah keburu nyasar ke tempat sampah. Nah, buat bikin bangga massa himpunan, video dokumentasi acara KMSBM Birthday Bash diunggah ke Youtube dan di-share linknya ke mana-mana.

Lalu, yang harus kalian tahu, rencana saya selanjutnya adalah ngelist semua acara-acara yang bakalan diadain di SBM, dalam satu kalender di Google Calendar dan dishare ke semua anak SBM! Biar semua anak tau kapan acaranya dan langsung dapet notifikasinya. Terus, habis itu, mau gembar-gembor gerakan antiflashdisk. Kenapa antiflashdisk? Soalnya rata-rata yang mau masukin data ke flash disk itu orang yang gak punya flash disk. Terus minjem. Terus gak dibalikin. Begitu ditanya, jawabannya “maaf hilang, habis flash disk kamu kecil banget sih”. Ngelunjak, kan. Itu satu alasan sih, tapi alasan lain yang lebih kuat. Gini, di SBM, udah ada wifi connection yang gampang diakses di area manapun, kecuali di Kantin Paksi sih, biar gak ada yang main laptop sambil makan kali, ya. Udah mah ada di mana-mana, koneksinya kenceng juga. Lebih kenceng daripada di rumah saya, fyi. Nah, buat bagi-bagi file tugas, mau ngeprint, mau presentasi, masukin aja ke Google Drive. Tinggal share deh ke orang yang membutuhkan.

Oh iya, ada kabar gembira untuk kita semua! Kulit manggis kini ada ekstraknya! Haha, pret. Jinglenya keputer-puter terus di kepala, men. Sama kayak lagu Salam 2 Jari-nya kampanye Jokowi. Jadi pengen kenalan deh, jago-jago banget bikin lagu yang ear-catching gitu. Bikin geli-geli pas dengernya. Eh, back to the topic, ah! Fadhila Hasna Athaya ternyata sekarang jadi Ketua Komunikasi dan Informasi KMSBM! Pas periode sebelumnya, saya itu jadi staf yang megang desain, yang bikinin poster-poster acara, ucapan selamat, intinya nge-desain apapun yang diminta sama ibu ketua divisi.

Jadinya, tugas resmi terbesar saya setahun ke depan jadinya ada dua, deh. Padahal dulu-dulu pas SD, SMP, SMA, nggak pernah mengemban tugas sama sekali, selain belajar.

“Terus, rencana kamu setahun ke depan gimana Dhil, bakalan ada benturan kerjaan dong?”

Bingung sih awalnya, banyak banget kerjaan jadinya. Tapi untung aja saya gak ngambil kerjaan yang rumpunnya beda jauh dan keduanya bisa saling melengkapi! Inti dari dua pekerjaan yang saya harus kerjakan itu mengomunikasikan informasi. Ihiy. Kayaknya emang senengnya di bidang ini sih, bidang bagi-bagi ide, dan kayaknya lumayan jago juga. Ehem. Baiklah, akan saya beberkan hal yang harusnya jadi rahasia pribadi saya yang sekarang berubah statusnya jadi rahasia umum deh.

Sebagai GSA, pokoknya saya mau bikin semua anak SBM tau kalau Google itu nggak cuma sekadar buat cari tau jawaban “marketing mix adalah” doang, tetapi juga bisa menjawab masalah yang mereka temui diperkuliahan!

“Gimana caranya bikin skrip presentasi bareng-bareng nggak cuma nungguin satu orang ngerjain di satu laptop?” Kamu harus tau, ternyata ada aplikasi yang memungkinkan kita  buat bisa bikin bareng pake beberapa laptop tapi ngerjain di satu file yang sama! Cobain Google Docs, deh.

“Gimana caranya bikin group meeting sementara masing-masing anggota kelompok lagi ada di kampung halaman?” Pakai Google Hangout, bisa sampai 10 orang tuh berantem ide via online.

“Gimana caranya ngumpulin banyak aspirasi massa himpunan tanpa harus susah-susah ngeapproach satu-satu dan merekapitulasi hasilnya satu-satu?” Tenang, udah ada alat ajaib yang bisa memangkas banyak waktu untuk melakukan itu semua. Google Forms.

Terus, buat Komunikasi dan Informasi KMSBM, objektif yang saya buat adalah

“Menyampaikan informasi kepada target audience yang dituju melalui channel yang tepat (email, twitter, mading, internet) sesuai karakteristik target audience dan dikemas dengan branding KMSBM.

Eits, asyik kan tuh! Tapi itu baru objektif yang official-nya aja. Iya, saya bikin objektif underground juga ternyata. Objektif undergroundnya itu lebih fokus ke internal SBM. Sebagai ketua Komfor KMSBM setahun ke depan (bikin-bikin singkatan sendiri gak mau pake singkatan Kominfo sebenernya tuh), saya nggak akan cuma mengompor-ngompori informasi terbaru ke anak-anak SBM, tetapi juga mengompori mereka cara mengolah informasi dan cara berkomunikasi dengan lebih efektif dan efisien. Nah, nyambung kan tuh sama jobdesc-nya GSA, bagi-bagi informasi tentang teknologi yang memudahkan hidup! Hidup di perkuliahan.

Sebenernya, pengennya nggak cuma bagi-bagi buat anak SBM aja sih, tapi buat semua anak ITB. Tapi masih deg-degan ngomong di depan orang banyak nih, apalagi orang yang belum pernah saya liat. Di depan orang yang sering saya liat aja masih suka salting.

Akhir kata, bersyukurlah para pemuda! Rintangan di zaman kita bukanlah tantangan ada karena keterbatasan teknologi, melainkan kemauan diri sendiri untuk mengeksplorasi dan memanfaatkan secara maksimal teknologi yang sudah ada di depan mata.

Maaf ya, penutupnya nggak nyambung. Kalau kalian aja baca postingan panjang ini kecapean, bayangkan bagaimana yang menulisnya. Untung udah waktunya buka puasa. Tapi aku lagi gak puasa sih.

Advertisements
Standard

3 thoughts on “Untuk Setahun ke Depan

  1. Pingback: Dia Google Student Ambassador – VeeSivee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s