Uncategorized

Saya (Resmi) Lulus SMA!

Assalamualaikum, kawan!

Alhamdulillah hari Kamis kemarin, saya mengikuti acara wisuda sekolah—yang berarti bolos matrikulasi, padahal hari itu paling rame bahasan kuliahnya. Akhirnya, saya benar-benar lepas dari status anak SMA.

Tidak seperti wisuda waktu SMP dulu, wisuda saya yang sekarang persiapannya jauh lebih matang. Dari segi apa? Kebaya. Lo semua harus tau, ya, dunia harus tau kalo gue—pake lo-gue soalnya baru-baru ini banyak temen baru anak Jakarta—udah pesen kebaya dari bulan Maret kalo ga salah. Well prepared banget deh pokoknya!

Pas waktu SMP, kebaya yang saya kenakan itu biasa banget, nggak ada bling-blingnya, malah kalau orang liat kayak ada kembang desa nyasar—yap, kembang desa. Karena waktu itu saya kan belum pake kerudung, terus kalo mau minjem kebaya itu banyaknya model yang agak terbuka. Saya, nih, ya, kalau buat ngobrol sama orang aja kurang terbuka, masih banyak rahasia, masa pas pake baju modelnya yang rada terbuka? Kan malu.

Saya orangnya memang pemalu. Sampai-sampai, saat saya lagi ngeliatin orang, terus tiba-tiba tatapan mata kami saling bertemu, saking saltingnya harus ngeliat kemana, jadi juling. Well, nggak gitu juga, sih. Ilustrasi yang saya buat di sini kurang tepat nampaknya.

Ngomong-ngomong, saya jahit kebaya di Adity Boutique, tepatnya di Jalan Taman Cibeunying Utara No. 2A, Bandung. Kenapa saya jahit di sini? Soalnya dapet selebaran gitu lagi diskon 10% buat kebaya wisuda, saat lagi makan di Kafe Lantera. Bukan karena diskon doang sih, emang bagus kok kebaya buatan Adity Boutique ini.

Tadaaa!

Penampilan saya yang sekarang ini didapat dari salon. Kalau waktu wisuda SMP, saya maunya didandanin sama mama aja, biar ga ribet. Sekarang sih, selain biar lebih cantik (cuih!), memang butuh, buat pake kerudungnya itu, loh.

Bisa aja, sih, pake kerudung sendiri yang model belit-belit itu, tapi ga jamin saya masih hidup pas selesai pake kerudung. Mati kebelit.

Jadi, untuk menyiapkan penampilan istimewa—saya bukan pengikut agama Chibi, ya, walaupun menggunakan kata “istimewa”—cantik tiada tara, saya bangun tidur di pagi hari. Harus di pagi hari dong, kalau bangunnya maghrib, dateng ke acara wisuda, rundown yang tersisa cuma ngangkutin kursi ke truk.

Setelah bangun pagi, saya mandi. Mandi selalu menjadi kegiatan yang paling oke untuk memperbaiki suasana hati, bagi saya. Tak ubahnya juga makan. Namun, kegiatan makan memakan, ups, saya kali ini tak semenyenangkan biasanya. Saya menderita sakit gigi sejak seminggu lalu. Anehnya dan untungnya, sakit giginya cuma muncul pas makan atau minum saja, tidak setiap saat. Jadilah, saya hanya makan Rotiboy dan minum air putih. Dan semua kunyahan harus berada di sebelah kanan. Saya ga mau ngunyah di sebelah kiri. Kalau di kiri temannya setan. Tapi bohong. Hanya dengan bermodal Rotiboy, saya harus bisa bertahan hidup seharian itu. Ini semua gara-gara bustier (semacam kemben)! Perut dalam keadaan kosong aja dipakein bustier udah susah nafas, apalagi kalo diisi? Bucat mereun. Maka dari itu, saya lebih memiliih kelaparan daripada kesulitan bernapas. Orang ga makan tiga hari masih hidup. Orang ga nafas tiga hari juga hidup. Tapi beda alam dengan kita.

Nah, Mama lah yang mengantar saya kemana-mana hari itu. Mulai dari pergi ke salon pagi-pagi, dan sampai di rumah malam-malam.

Mama menunggui saya seharian dengan bermodalkan Blackberry dan kabel charge mobil. Entah apa jadinya bila mama tanpa Blackberry-nya. Mungkin saya sudah terlunta-lunta di jalanan, pulang dari Buah Batu ke Dago jalan kaki soalnya ga bawa uang buat naik angkot, terus taunya dipalakin banci bawah jalan layang Pasupati, dan akhirnya ngesot sampai rumah dengan cucuran air mata sepanjang jalan.

Setibanya di Gedung Balai Sartika, saya mencari kawanan penggembala domba. Tapi bohong. Saya mencari kawanan kelas XII IPA 6. Setelah ketemu, saya duduk sepanjang hari. Ga sepanjang hari juga, sih. Paling berdiri pas foto-foto.

 Invitation Card.

Lagi ngisi buku tamu dengan unyu.

Dila dan Dhila.

Selain acara wisuda, ada acara nikahannya juga loh. Ga deng.

Beautiful classmates.

Megang lilin. Dalam mulut sudah diisi minyak tanah. Siap sembur. Ga deng.

Menyanyikan hymne sekolah.

Two Triple O on the stage! Selain Two Triple O, ada juga Adhitia Sofyan, tapi saya gak sempet foto.

Cie.

Advertisements
Standard

4 thoughts on “Saya (Resmi) Lulus SMA!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s