Uncategorized

Childhood Days

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh!

Di postingan kali ini, saya akan sedikit bercerita tentang Si “Manis Cigadung Indah” (alamat rumah saya tuh) dan orang yang berpengaruh dalam hidup saya.

***

GambarIni dia, Fadhila Hasna Athaya, bersama ibunda tercinta Wina Yuniarti. Saya mempunyai ovarium jadi saya adalah wanita. Tapi tahu nggak, ternyata, kalau masih bayi, baik perempuan maupun laki-laki, semuanya botak! Ini fenomena yang mengejutkan dan saya rasa dunia harus tahu akan hal ini.

Kenapa, ya, di foto atas ini saya terbelalak? Memangnya terhadap hal apa saya harus merasa terkejut? Jangan-jangan mama lagi ngebisikin, “Dhila, liat ke kamera sekarang juga, atau kamu mama kasihin ke banci biar diurus aja sama banci, terus nanti bakalan disuntikin silikon setiap kamu nangis.” Tapi kayaknya ga mungkin sih.

GambarPerhatian: Jangan ada anak lelaki balita yang melihat foto ini, kalo tiba-tiba suka, ga akan bisa dilamar. Usia kita terlampau jauh, Ta (sok akrab ke anak balita).

Foto di atas menunjukkan bahwa saya memang menyukai kegiatan mandi dan kegiatan apa pun deh yang berhubungan dengan air. Saya rasa, saya cocok kerja di air. Lihatlah, betapa bahagianya hidupku saat sedang mandi. Tetapi, kebahagiaan ini akan sirna saat sepasang bola mata mengintip dari balik jendela. Banjur!

Gambar

Maaf, ya, saya tidak menerima untuk syuting iklan Oreo rasa apa pun. Silakan kontak Afiqa saja.

Gambar Ini foto saya bersama dengan papa! Papa Awal Gumilar. Lirikan mata saya di foto ini mengartikan bahwa saya berpotensi dalam menarikan tarian dari Bali. Eh, itu tangan saya ternyata memegang kerah baju papa. Berarti foto ini tidak hanya mengartikan hal yang tadi saya sebut, tetapi juga mengartikan bahwa saya suatu saat nanti, di masa depan, saya bisa menjadi bos geng preman Cigadung Indah.

20120304-180744.jpg

Dulu, saya tinggal di Batam. Jadilah saya, Dhila si “Balita Pantai”.

Di Pantai kok pake baju lengkap sih? Eits, ada juga kok foto pas lagi berenang cuma pake celana dalem doang. Tanpa singlet. Itu tuh pas lagi acara gathering perusahaannya mama. Wuis, balita seksi. Ya, itulah saya. Dulu.

20120304-181603.jpg

Bersemedi. Saya bergolongan darahnya A. Nah, menurut karakteristik golongan darah, orang yang bergolongan darah A itu disarankan untuk rutin yoga. Mengapa? Karena golongan darah A itu cenderung temperamen. Katanya. Gara-gara perfeksionis, begitu ada yang melenceng sedikit dari perkiraan atau perhitungan semula, ibarat kalo obat nyamuk Vape bisa antinyamuk sepuluh jam, orang bergolongan darah A itu yang beli obat nyamuk Vape-nya. Ga deng, bisa bete sepuluh jam, maksudnya.

Ini menandakan bahwa sudah menjadi naluri saya sebagai orang bergolongan darah A untuk terbiasa menenangkan diri dengan bersemedi. Sampai pas difoto juga harus pose bersemedi (padahal itu cuma satu-satunya foto saya bersemedi, lalu saya juga tidak yakin itu bersemedi, dan ini semua hanya bualan semata, karena kita berada di alam yang fana [semua ini dikarang agar foto di atas ada deskripsinya]).

20120304-183121.jpg

Dari pertama saya mengenal Aki (kakek), penampilannya selalu sama. Rambut putih, kumis putih, dan gigi putih. Aki sepertinya tidak berniat untuk menginvestasikan hartanya dalam bentuk gigi emas, jadi giginya tetap berwarna putih hingga kini. Bisa disimpulkan bahwa Aki awet tua. Udah tua juga masih ganteng, ya seperti Harrison Ford gitu deh.

Waktu saya masih berat badannya 25 atau 30an, Aki suka nyuruh saya untuk menginjak-nginjak badannya atau menjambak-jambak rambutnya saat beliau menonton TV. Batin saya tidak tega, kok saya harus menyiksa orang tua. Jadi, kadang-kadang suka kabur deh begitu Aki ketiduran. Tak ada yang bisa menyetop kegiatan ini, kecuali lelap yang menyergap Aki.

Aki adalah kakek yang luar biasa. Saat ini, kebiasaan beliau adalah merawat kebun di belakang rumah, rutin salat magrib dan subuh di mesjid, sesekali mengantar saya ke Inten, dan mengoprek apa yang bisa dioprek. Aki tidak bisa diam, selalu aktif beraktivitas. Aki hanya bisa diam dan tenang saat tidur, dan saat waktu sinetron favoritnya tayang.

20120304-184653.jpg

Saya masih berponi belah tengah hingga kelas 6 SD. Padahal, saya memiliki jidat yang tak sempit. Jidat luas, tandanya orang pintar. Akhirnya saya sadar kalau kepintaran itu jangan diumbar. Akhirnya saya berponi belah pinggir.

20120304-185333.jpg

Berenang itu menjadi kegiatan rutin kami, dulu. Sekarang sih tiap ketemu, jadi acara bikin film pendek bareng.

Sepupu saya selalu bersedia menjadi korban dari imajinasi saya. Melakonkan peran yang saya pilihkan untuk mereka. Segila apa pun peran yang saya berikan.

***
Demikianlah sedikit cerita dari masa kecil saya. Saya bukan orang yang terlalu terbuka, jadi agak sulit mengekspresikan rasa kagum dan terima kasih untuk orang-orang di sekitar saya. Sebenernya masih banyak yang ingin saya ceritakan tentang orang yang ada dalam foto bersama saya, tapi malu kalo dibaca orang yang bersangkutan.

Terima kasih sudah membaca, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!

Advertisements
Standard

2 thoughts on “Childhood Days

  1. Anonymous says:

    Hello Awal,
    Ini Eddy Gudijanto – Saya baru ketemu alamat kamu setelah browse internet.
    Amazing kamu ini, Sudah punya anak berapa? umur berapa?

    Sekarang kamu dimama?

    Kind regards
    Eddy – I you contact me at Facebook or linked

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s