Uncategorized

Aku Sahabat Thalasemia, Kamu?

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Minggu kemarin di sekolahku, SMA Negeri 1 Bandung, ada gerakan screening darah gitu, jadi ngecek darah kita itu ada apa-apanya atau engga. Apa-apanya apa-apaan sih? Apa-apanya itu gen dengan sifat pembawa thalasemia.

Apakah kalian tahu penyakit apakah thalasemia itu sebenarnya? Kalau ngga tau, bagus deh, saya mau kasih tau nih. Dokter mau ngasih tau pasien itu sakit atau engga kan harus bayar ya, kalau saya ngasih tahu penjelasan singkat thalasemia ngga dibayar juga ngga apa, mau dibayar juga hayu aja.

Thalasemia, menurut dokter yang menyampaikan materi di sekolah saya, adalah penyakit yang menyebabkan masa hidup sel darah merah penderita tuh jauh lebih pendek daripada orang normal (120 hari). Karena itulah, penderita harus ditransfusi darah dalam jangka waktu tiga bulan sekali, sebulan sekali, bahkan dua minggu sekali. Jika transfusi tidak dilakukan akan menyebabkan penderita pusing, muka pucat, nafsu makan hilang, lemas, dan sesak nafas. Kasian banget deh pokoknya. Biasanya penyakit ini mulai diderita sejak bayi. Penyakit thalasemia bukan penyakit menular, melainkan penyakit yang diturunkan dari kedua orang tua yang masing-masing merupakan pembawa sifat thalasemia. Jadi, misalkan kalau Anda adalah pembawa sifat thalasemia, Anda tidak boleh menikah dengan sesama pembawa sifat, harus dengan yang normal. Jika Anda tetap saja menikah dengan pujaan hati Anda tersebut, menurut hukum Mendel yang dibahas saat kelas XII SMA, kemungkinan dari empat anak Anda, satu anak menderita Thalasemia major (penderita), dua anak thalasemia minor (hanya pembawa sifat), dan satu anak yang normal. Tidak menutup kemungkinan bisa saja semua anak keturunan Anda menjadi penderita, karena adanya penyimpangan hukum Mendel.

***

Mendel itu ahli biologi, kalau Melde ahli fisika. Keduanya menemukan hukum-hukum yang dinamai atas nama mereka sendiri. Bedanya mereka dengan saya itu kalau mereka adalah laki-laki, sedangkan saya adalah perempuan cantik (APAAA?!! Jijik ih mau aku ralat aja gitu ya, tapi aku tidak mau menjilat ludah sendiri. Yaudah que sera sera aja. Hah que sera sera itu apa? Taunya queue artinya antre. Warga Indonesia harus membudayakan budaya antre).

***

Di Bandung itu jumlah penderita Thalasemia-nya tinggi banget loh, dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Barat. Untuk mencegah bertambahnya penderita, sebelum menikah, periksakan diri Anda dulu ya semoga normal-normal aja. Kalau misalkan Anda pembawa sifat juga ga apa, tapi Anda harus memastikan bahwa “teman hidup” Anda nanti itu harus normal.

Ih tau ngga sih, ternyata diambil darah tuh ga sakit sama sekali loh! Serem tuh kalau pembuluh darahnya ngga ketemu, jadi suntikannya diputer-puter sambil nancap di kulit sampai si pembuluh darahnya ketemu. Hal itu terjadi pada teman saya, namanya Ghayda Zafirah Aliah. Tetapi dia tidak menangis, dia tetap tegar. Emang dia orangnya beranian kali ya.

Kalau kamu masih takut untuk diambil darah, coba alihkan perhatian kamu ke hal lain. Aku sih pas diambil darah, supaya ga deg-degan, aku sibuk foto tangan aku pas akan, sedang, dan seusai diambil darah. Melihat gambar tangan kita dari layar ga seserem kalau lihat langsung. Kayaknya sih, atau sama aja ya?

Oh iya tabung darah aku dilabelnya itu tulisannya “D 25” loooh! Hal ini bukan kebetulan, tapi direncanakan. Jadi saya harus menunggu beberapa orang dulu. Menunggu itu hal yang aku tidak sukai. Tetapi demi tulisan “D 25” sebagai tabung darahku, apapun kulakukan, kawan.

Hasilnya sebulan lagi nih.

***

Pesan saya, apabila Anda sehat dan berat Anda cukup untuk melakukan donor darah, lakukanlah. Darah Anda dibutuhkan mereka yang membutuhkan, kalau keluarga Cullen udah gabutuh darah manusia lagi sih. Dengan melakukan donor darah, manfaat untuk Anda itu banyak sekali, diantaranya menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, mendeteksi penyakit serius, mendapatkan kesehatan psikologis dan menurunkan berat badan!

Jangan jauhi para penderita thalasemia, raih mereka dan berikan semangat hidup. Jadilah sahabat mereka, sahabat thalasemia.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

image

Advertisements
Standard

One thought on “Aku Sahabat Thalasemia, Kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s