Uncategorized

Takut

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Hei kawan-kawan sebangsa setanah air! Sekarang bulan Oktober loh, hati-hati ya di tv pasti banyak film yang bernuansa spooky diputar. Apalagi sebelum tanggal 31 Oktober. Kan halloween gitu. Aduh gimana ya, sebenernya saya takut sama yang serem-serem gitu. Coba aja ga pernah ada halloween di luar negeri. Coba aja ga ada globalisasi yang membuat halloween masuk ke dalam negeri. Pasti ga akan seperti ini semuanya. Saya dalam fase penolakan. Penolakan hal seram.

Sebenarnya, kenapa sih kita bisa merasa seram sama yang namanya wujud hantu? Karena seramkah? Tapi seram itu kan relatif. Bagaimana setiap orang menentukan yang mana yang seram atau mana yang lucu kan beda dong. Selera saya, berbeda dengan Anda. Karena perbedaan inilah kita harus tepa selira.

Kalau saja waktu bayi, orang-orang terdekat kita tidak teriak-teriak saat menonton film hantu. Tentu kita tidak akan kaget lalu memukul orang itu dengan bat baseball kayu. Mengapa? Karena kita masih bayi. Kenapa masih bayi? Coba teliti lagi di beberapa kalimat sebelumnya ya, Cuy. Jadi gini, kita jadi takut gara-gara orang lain takut. Kita yang saat itu belum punya pegangan yang kuat tentu mudah dipengaruhi oleh orang lain. Misalnya, ada yang nanya, “Mau yang merah atau yang biru?”, pasti kita pilih hijau. Ga deng, ya pasti kita pilih biru. Kalau dibalik urutannya, pasti kita milih yang paling terakhir disebutkan.

Fenomena tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor. Karena kita belum mengerti apa itu pilihan dan konsekuensi dari apa yang kita pilih, mungkin juga karena kita lupa apa saja pilihan yang diberikan, atau karena kita plin-plan, dan mungkin supaya cepet aja, karena yang nanya banyak cing-cong. Tapi ya faktor utama dari hal ini karena waktu itu kita masih kecil. Eh ga juga sih, terkadang ada sedikit penekanan pada nada bicara orang yang bertanya pada kita tentang suatu hal. Misalnya, “Kasih aku uang atau saya BUNUH!” Beberapa orang pasti langsung ngasihin uangnya, kecuali ada yang latah malah milih yang bunuh. Ya terbunuhlah orang tersebut. Satu tips dari saya agar orang lain memilih apa yang kita pilih yaitu berilah pilihan yang orang itu rasa akan menguntungkan orang tersebut. Padahal sih ya gitu deh.

“Eh kamu suka minum pipis atau minum kopi?”, orang itu pasti menjawab “Kopi”. Nah saat orang itu terpancing untuk memilih apa yang kita inginkan, langsung kasih brosur Kedai Kopi Mata Angin! Ayo ya yang di Bandung, mari bertandang ke Kedai Kopi Mata Angin, jalan Bengawan no. 52. Di sana banyak pilihan menu kopi khas dari berbagai daerah di nusantara. Dari kopi aceh, lampung, dan aduh saya lupa. Mau promosi tapi lupa apa yang mau dipromosiin. Gagal maning, gagal maning. Hihihihi.

Jadi intinya, kita takut hantu kemungkinan besar karena pengaruh orang terdekat kita tapi bisa juga karena kita sulit beradaptasi dengan hal tersebut. Jadi bawaannya kaget terus dan kurang nyaman. Pasti ga nyaman dong kalo kita lagi meluk guling, dan ternyata yang kita peluk malah pocong. Pasti kaget sih sebenernya. Pasti saya kaget kalau liat muka kuntilanak yang putih banget dan penuh darah. Bawaannya pengen ngelap muka itu pake kapas yang udah ditetesin toner kan. Kalo ngeliat vampir yang mukanya pucat pasti pengen ngasih blush on di mukanya. Pasti saya langsung pingsan seketika kalau saya nepuk orang, dia berbalik, dan mukanya bibir semua!

Kalau kita dibesarkan oleh dukun, pasti sehari-hari kita main pok ame ame belalang kupu-kupu -nya sama tuyul. Dan kita tidak takut.

Tapi, mendingan takut sama hantu atau takut sama Tuhan sih?
Padahal kan cuma kelihatan secara jelas bedanya itu cuma dari segi urutan huruf penyusunnya. Kalau saya sih takut dengan Tuhan, Allah swt. Jangan takut sama hantu. Tapi serem sih masih ada lah dikit-dikit (sedikit itu relatif, padahal banyak). Lagian ga bisa ngeliat juga aku sih (untungnya). Bagaimana dengan Anda?

P.S. Biasanya saya ngepost itu menyertakan gambar juga supaya asik, tapi berhubung ga mungkin saya pajang foto keluarga kunti, jadi bayangkan saja ya ga usah melihat foto.

Advertisements
Standard

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s