Bebas

Ayam Bakar dan Teman Berbuka Puasa, ScieSix

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kemarin saya kurang tidur, jadi saya mengantuk. Ngantuk gara-gara nonton Transformers: Dark of The Moon di Blitzmegaplex. Nah yang 3D ada tuh mainnya jam 11.45, 18.45, dan 20.45. Saya, mama, dan faiz, akhirnya nonton yang jam 20.45. Jadi, baru selesai jam 23.33 kalo ngga salah. Nah, besoknya harus sahur lagi, belom harus sekolah juga.

Pas sahur itu makannya cepet-cepet. Selesai makan jam 4, terus tidur, kebangun jam 5, terus shalat subuh, kebangun jam 7 kurang, langsung buru-buru mandi terus pergi ke sekolah. Paling males tuh kalo buru-buru. Saya suka membaca buru. Cabut dong buru hidungnya. Awas ada buru!

Bersekolah dalam keadaan mengantuk itu menyebalkan. Untung sekarang sanlat. Begitu wudu, tingkat kesadaran bertambah 25 persen.

Terus kan ada training gitu dari Master, jadi semacam ceramah, muhasabah, mentoring gitu. Yang lain pada nangis-nangis? Saya? Nangis juga.

Selesai training, shalat zuhur di mesjid, terus ke Inten. Belajar. Supaya pintar. Terus masuk SBM ITB atau FSRD ITB, amin.

Lalu, saya dan teman seper-intenan, Annisa Dila Frida, tanpa basa-basi, setelah shalat asar, langsung berangkat ke Mr. Komot. Loh mau ngapain? Kelas saya, disebut ScieSix, buka puasa bareng di sana.

Begitu sampai, hanya suara kodok dan bebek yang terdengar di desa Sukasari. Lalu, jeritan wanita terdengar dari sebuah bilik di pinggir sungai. Sedang buang hajat.

Ga ada anak kelas. Saya dan Dila itu pendatang pertama. Lambat laun, mulai berdatangan lah para tamu undangan. Karena saya belum punya SIM A, saya jadi pagar betis. Itu loh, yang suka nerima para undangan nikahan. Sayangnya, ga bawa kardus buat nerima duit.

Begitu adzan berkumandang, dengan diiringi doa berbuka yang dipimpin oleh ketua kelas, Arief Prajamanggala. Setelah minum, saya bergegas shalat maghrib. Shalat maghribnya berjamaah. Dipimpin oleh Muhamad Ihsan Fauzi. Barisan jamaah shalat ini ada 3 saf. Kesatu imam, kedua pria, ketiga wanita. Tiba-tiba, Anggi Gunawan, berjenis kelamin laki-laki, malah berdiri di samping saya. Udah paling ngaco. Puasa kan ga bisa mengubah jenis kelamin. Operasi usus buntu juga ga bisa mengubah jenis kelamin kok setahu saya.

Acara berbuka puasa berlangsung dengan lancar. Makanan yang dihidangkan, yaitu satu paket ayam bakar, nasi, lalap, sambal, tahu, dan tempe, masuk secara lancar ke lambung. Tidak ada yang tersedak, walau ada beberapa orang berbicara sambil mengunyah. Jangan dibiasakan ya, kalau tersedak terus meninggal karena sesak nafas kan sedih.

Semua sudah beres makan, lalu kami berfoto bersama. Coba aja kalo fotonya di kebun binatang, pasti harus bayar tiket masuk.

Ada beberapa yang pulang, dan ada beberapa 8 masih berkumpul dan bercengkrama. Kami yang masih bersama, memutuskan buat main “Truth or Dare”. Tapi sih ujung-ujungnya, dari semua opsi yang dipilih oleh orang yang tertunjuk, pertanyaannya sama, “Siapa teman lawan jenis yang paling menarik?”.

Serunya dari game ini tuh, kami jadi makin dekat. Ketawa bareng-bareng. Ga ada yang ketawa sendirian di parkiran. Suasana kekeluargaannya semakin mengental. Bahkan lebih kental dari susu kental manis. Saya memang manis.

Oh iya, karena saking serunya bareng temen, tukang ojek yang udah nungguin pas kami baru mulai main, saya traktir kue, jadi biar nunggunya ngga sedih di parkiran sendirian.

Pokoknya, you’ve made my day, ScieSix!

Wassalamualaikum Wr. Wb.

image

Standard

One thought on “Ayam Bakar dan Teman Berbuka Puasa, ScieSix

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s