Here We Go, Photo Session Time!

Hari Selasa kemarin, saya, Rizka Dewi Zuleika, Danti Rahmiati dan Adzanti Adenan berkumpul di rumah saya untuk menggelar pagelaran wayang golek yang berjudul, “Petruk, Jangan Pakai Mesin Turbo SHARTS Version 2.5 Itu!”. Maklum, sekarang sudah tahun 2010. Wayang pun pasti sudah kena sentuhan teknologi.

Tapi saya akan membuka tabir hitam, membuka tutup panci  berisi bubur yang asalnya dari nasi. Ya perumpamaan kadang membuat burung-burung berputar di kepala kita dan beberapa menit kemudian, teng! Lampu yang menyala terang muncul dari belakan kepala kita, tanda kita sudah mengerti apa maksud dan tujuan lelucon garing yang dilontarkan si penulis.

Sebenarnya, untuk diklarifikasi, tulisan yang saya tulis di paragraf pertama itu salah. Hanya kebohongan belaka. Sebenarnya kami mengadakan Photo Session!

Orang pertama yang datang adalah Rizka Dewi Zuleika, yang lain dan tak bukan fotografer yang bersenjatakan Canon 400D. Dia membawa tas berisikan baju-baju, tas kamera yang berisi kamera bukan ular berbisa, dan skateboard. Sangat trendi. Sangat masa kini. Sangat menarik hati. Lalu setelah menaruh barang-barang di kamarku yang bercat terracotta padahal pink itu, kita naik sepeda menuju tempat isi angin ban, terus ke Elok Mart. Buat apa? Beli masker bengkoang, untuk dioleskan pada muka Danti. Perawatan. Perawatan. Perawatan. Jerawatan. Perawatan. Perawatan. Ada kata janggal? Tidak ada. Adanya kata jerawatan.

Orang kedua yang datang itu Danti Rahmiati. Dia datang membawa backpack buesaaaar. Bahkan besarnya lebih besar daripada jahitan sesar pada ibu yang baru melahirkan! Uh-mazing! Saat saya dan Rizka menemukan Danti, dia sedang terlihat kebingungan dan berputar-putar depan pagar rumah saya yang bercat hitam. Sudah kebebani tas yang berat, dia juga terbebani oleh pikiran, “Mana teman saya yang imut dan jenaka itu? Kok pagarnya ga ada yang buka?”. Ga deng. Saya hanya menerka apa yang dipikirkan Danti saat itu. Saya bukan anak teka.

Lalu, orang ketiga…yang merusak hubungan aku dan dia…yang tiba-tiba hadir dikehidupan kami yang asalnya harmonis dan dinamis..

Bukan! Bukan!

Lalu, orang ketiga yang datang adalah Adzanti Adenan. Akhiran nama depannya itu ada -ti nya, mungkin itu menunjukkan bahwa ia perempuan. Danti juga akhir-akhir ini baru saya ketahui kalau dia perempuan ya gara-gara diakhiran nama depannya ada -ti nya. Coba kalo nama Adzanti itu Adzanto, ya pasti cowo.

Terus setelah semuanya berkumpul, baju-baju dalam tas dikeluarkan semuanya. YA SEMUANYA! Hingga tak ada dusta diantara kita.

Waah bajunya banyak dan beragam!

Ini saya yang olesin maskernya ke muka Danti lo! Berbakat ya jadi penata rias.

Mencari inspirasi dari majalah. Rizka a.k.a Icha memang hebat.

Adzanti a.k.a Ansoi lagi browsing dan blogwalking agar mendapatkan ide-ide cemerlang nan meriah.

Setelah mendapatkan inspirasi, Ansoi dan Icha pun langsung nge-mix and match baju dengan tangan mereka yang lentik dan gemulai. Baju telah terpakai, kita langsung keluar, kalau belum terpakai udah keluar, ya bukan keluar lagi namanya, namanya masuk House of Sick Souls, ya, Rumah Sakit Jiwa.

Wanita muda dan Sepeda Fashion

Kalo mau lihat lebih lengkap foto-fotonya klik disini, Part. 1 & Part. 2.

Saya asalnya cuma mau ikutan jadi penata rias aja, abis malu sih foto-foto pake baju cewe a.k.a baju keperempuanperempuanan, tapi ya akhirnya ikutan juga. Pake dress lagi. Aduh aduh pamer aurat dan bulu kaki.

Setelah foto di luar, sekarang ganti baju terus ke lantai atas buat foto keluarga. Alasan ke lantai atas juga dikarenakan di luar hujan.

Dua anak baik hati dan dua anak bergarang hati.

Tak lama kemudian mama dateng bawa pizza. Hore! Eh pizza dateng setelah saya pake stockingnya Icha deng. Awawaw stocking! Asalnya saya kira Icha bawa celana bayi warna item. Wah pasti buat bayi-bayi gothic, metal, besi. Bayi debus. Ternyata stocking! Stockingnya bisa melaaaaar, bisa jadi panjaaaang. Aneeeeh! Pas saya coba makenya, ih ribet amat. Akhirnya saya salut buat para mbak SPG yang dengan expertnya memakai stocking setiap hari. Mereka pantang menyerah, gerah, dan merah.

Oh iya akhirnya saya punya foto muka saya dengan senyum khas anak jakarta. Padahal eh ternyata eh padahal, saya anak bandung! Saya bergolongan darah A! Dalam kesempatan saya kala itu pula, saya berfoto sambil mengendarai Dulibai, Sang Sepeda Lipat Pujaan. Gitar Bang Rhoma yang atasnya kayak potong pun kalah. Skak mat. Eh ampun, Bang. Tapi foto yang gaya anak jakarta itu ga akan dimasukin. Pake dress sih. Kan jadi malu aw aw aw.

***

Saya: “AAAAAH MBAK! Mbak ini kan mbak yang itu yang saya puja! Mau foto bareng dong mbak!”

Mbak Danti: “Oh boleh boleh, saya ini yang nyanyi ‘Kita Menjadi Muhrim di Bawah Naungan Tenda Biru’. Saya sudah tau bahwa anda pasti akan meminta untuk berfoto dengan saya dan ciuman di pipi.”

Saya: “AAAAAAAH MAU MAU! Saya mau foto bareeng! Tapi buat dicium di pipi saya kayaknya belum sanggup, takut pingsan, karena saking senangnya. Sekarang aja berdiri sudah gemetaran. Pispot pun saya bawa di ransel saya.”

Mbak Danti: “Oh my god! You’re my greatest fan in this kecamatan!”

***

Hei, aku loh yang make-up Danti jadi kayak di atas. Keren yah, aku berbakat! Aku juga ngerti bahasa ‘tancep’ itu apa artinya. Contoh: “Wah ayo di-take lagi scenenya, eh tancep dulu make-upnya!”. Nah berarti maksudnya dibenahi lagi make-upnya, supaya penampilan sang artis tetap indah dipandang.

Wah wah wah waaaaaah, baru saja tadi Rizka Dewi Zuleika mengupload foto hasil editannya. Kerennya. Sangat berbakat! Bagaikan panci teflon! Anti lengket! Kalau mau lihat, klik di sini.

Berikut ini adalah hasil olah gambar dari Rizka Dewi Zuleika yang paling saya suka:

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Wuooooh!

Abis selese foto-foto, sorenya kita main badminton. Sayangnya, ketika sedang asyik bermain, salah seorang diantara kami menerbangkan kok itu ke rumah tetangga. Sayangnya tak ada tangga untuk memanjat ke atap rumah tetangga. Hatiku hancur bagaikan beling, akupun takut diteriaki maling.

Tapi Ansoi menemukan permainan yang menyenangkan, yaitu ‘Seluncur Skateboard’. Padahal malam sebelumnya aku suah mewanti-wanti Ansoi agar berhati-hati dengan skateboard yang dibawa Icha. Skateboardnya kan mau dipake buat ngegelosorin dia dari rancakendal sampai ke jalan cikutra, jadi baju-bajunya yang keren dan fashionable itu bisa kita ambil alih.

Gara-gara hanya ada raket tanpa kok, jadilah Icha dan Danti bernyanyi-nyanyi ‘Ignorance – Paramore’ dengan sepenuh hati. Danti vokalis, Icha gitaris, aku dan Ansoi cuma penglaris.

Sekian post kali ini kalo begitu, mari bersama membaca hamdalah!

ALHAMDULILLAH YA ALLAH!

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.