Berkelana, Fakta

Kukira Sup Ayam Tauge, Ternyata Sup Ayam Kacang Merah

Judul di atas hanya merupakan perumpamaan saja. Karena setahu saya tak ada sup ayam tauge, ataupun sup ayam kacang merah. Saya suka sup ayam jamur.

Kemarin malam saya makan puff pastry di Pizza Hut yang supnya ayam jamur plus bombay. Saya tak suka bombay. Oh iya cheese burgernya Toni Jack’s itu pake bombay. Jadi bombaynya saya buang. Bukannya saya merendahkan derajat bawang bombay, karena fakta saja, bawang yang digunakan di tahu gejrot itu hanya bawang merah dan bawang putih saja, tak ada bawang bombay, tapi bawang bombay juga berguna kok. Bawang bombay juga disukai. Tapi bukan saya orangnya. Bukan saya yang menyimpan bagian hati saya yang kosong untuk bawang bombay. Mungkin tetangga saya, mungkin juga masyarakat India sana.

Kembali ke topik utama. Jadi perumpamaan di atas itu mencerminkan dua buah buku yang covernya bagai pinang di belah dua, juga bagai kambing yang tertimpa domba.

Pada tanggal 22 Desember 2009, bertepatan dengan hari Ibu, saya pergi ke Gramedia Merdeka yang lagi ada diskon besar-besaran akhir tahun hingga 80%. Saya kira semua buku, tapi ngga cuma yang di belakang doang. Saya beli Touch volume 22, Twilight: Catatan Sutradara, Drunken Monster, dan Chicken Soup or the Couple’s Soul. Terlihat ganjil, huh? Who’s my couple anyway?

Kalau kita lihat bentuk morfologis buku Chicken Soup dari semua edisi yang ada, mereka mempunyai persamaan. Sama-sama tebal, tingginya sama, warna cover yang soft dan tulisan chicken soup yang ditulis dengan font yang sama.

Ingat kan kemarin itu hari Ibu? Seharusnya saya menghadiahkan sesuatu untuk mama saya. Ya saya mau beli buku. Tapi buku itu berjudul Chicken Soup Persembahan untuk Ibu (kalau tidak salah), bukan Chicken Soup for the Couple’s Soul.

Saat memindai rak buku diskon yang berderet buku Chicken Soup, tiba-tiba ada telfon dari mama saya, disuruh cepat katanya, sudah ada di parkiran. Tanpa pikir panjang dan melihat apa judul yang sebenarnya saya ambil, saya langsung menuju kasir dan membayar buku yang telah menjadi KESALAHAN. Kukira sup ayam tauge, ternyata sup ayam kacang merah. Bukan salah bunda mengandung, tapi salah Bunda menelfon. Ga deng.

Foto: CAMKAN PADA DIRIMU! Kau adalah kesalahan. Kau tak seharusnya tersentuh olehku. Kau, ya kau, sudah menghabiskan uangku.

Oh iya, malamnya mama saya request, “Dhila, kalo mau beliin mama hadiah hari Ibu, beliin aja tempat pensil, setengah dari tempat pensil yang ini, pokoknya yang muat pensil, pulpen, penggaris, penghapus”.

Klik ini, maka anda akan tahu, seperti apa dan siapa orang yang saya sebut mama.

Hey, gigi saya sudah dipasang braces loh. Tapi tetap saja pola makan saya sama. Paling pas hari kedua tuh kerasa sakitnya banget banget jadi makan bubur. Mau dipost fotonya, tapi ntar ntar aja deh, belom difoto juga lagian.

Di sekolah saya ada cemilan makaroni yang sebungkus terisi kurang dari 25 biji (mungkin) yang harganya 500. Kemarin, di Pasar Palasari saya menemukan cemilan yang sama persis yang kalau dibeli seperempat ons nya hanya 7000.

Standard

2 thoughts on “Kukira Sup Ayam Tauge, Ternyata Sup Ayam Kacang Merah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s